Penyelenggaraan Kelompok Bermain

Kelompok bermain merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia 2-6 tahun. Pendidikan ini untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak, agar kelak lebih siap memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pedoman Teknis Penyelenggaraan Kelompok Bermain merupakan acuan minimal, khususnya bagi para pengelola, penyelenggara, dan pendidik serta pembinaan program bermain dalam melakukan pembinaan teknis penyelenggaraan kelompok bermain.


http://www.kemdiknas.go.id/

Posted in Artikel | Leave a comment

Pengembangan TPA untuk Mengisi Kesenjangan Pengasuhan Anak Balita

Taman Penitipan Anak merupakan bentuk layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non-Formal yang keberadaannya terus berkembang jumlahnya. Pada awalnya Taman Penitipan Anak telah dikembangkan oleh Departemen Sosial sejak tahun 1963 sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan akan pengasuhan, pembinaan, bimbingan, sosial anak balita selama ditinggal orang tuanya bekerja atau melaksanakan tugas.

Sejak dibentuknya Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (Dit PADU) tahun 2000, maka pembinaan untuk pendidikan menjadi tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional. Kebijakan Direktorat PAUD untuk seluruh bentuk layanan PAUD termasuk TPA adalah memberikan layanan yang holistik dan integratif. Holistik berarti seluruh kebutuhan anak (kesehatan, gizi, pendidikan, perlindungan, berkembang dan mempertahankan kelangsungan hidup) dilayani dalam lembaga penyelenggara TPA. Integratif berarti semua lembaga TPA melakukan koordinasi dengan instansi-instansi Pembina.

Pengertian Taman Penitipan Anak (TPA)
Taman Penitipan Anak (TPA) merupakan salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuh dan kesejahteraan sosial tehadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.


http://www.kemdiknas.go.id/

Posted in Artikel | Leave a comment

Kurikulum Sekolah

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Kurikulum pada semua jenjang  dan jenis pendidikan  dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.  Kurikulum  disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:

  1. Peningkatan imam dan takwa;
  2. Peningkatan akhlak mulia;
  3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
  4. Keragaman potensi daerah dan lingkungan;
  5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
  6. Tuntutan dunia kerja;
  7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sen;
  8. Agama;
  9. Dinamika perkembangan global; dan
  10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:

  1. Pendidikan  agama;
  2. Pendidikan kewarganegaraan;
  3. Bahasa;
  4. Matematika;
  5. Ilmu pengetahuan alam;
  6. Ilmu pengetahuan sosial;
  7. Seni dan budaya;
  8. Pendidikan jasmani dan olahraga;
  9. Keterampilan/kejuruan; dan
  10. Muatan lokal

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansi nya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar , dan propinsi untuk pendidikan menengah.


http://www.kemdiknas.go.id

Posted in Artikel | Tagged | Leave a comment

PAUD Melalui Pendekatan “Holistik Integratif”

Anak merupakan dambaan setiap orang tua. Tentu sebagai orang tua, pendidikan menjadi hal yang cukup penting bagi keberlangsungan anak-anaknya. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) melalui Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengamanatkan dilaksanakannya pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia sejak anak dilahirkan.

Pendidikan anak pada usia dini disadari betul memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu, Kemdiknas sejak tahun 2010 menetapkan kebijakan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan “Holistik Integratif”.

Pendekatan itu tidak hanya menekankan pada aspek pendidikan semata, tetapi mencakup juga aspek pelayanan gizi, pelayanan kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan anak. Untuk melaksanakan kebijakan ini pemerintah terus mendorong dan memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini melalui pendirian berbagai jenis satuan pendidikan anak usia dini. PAUD diselenggarakan dalam dua jalur pendidikan, yaitu formal dan nonformal.

Jenis-jenis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) formal di antaranya:
1.    Taman Kanak-kanak (TK)
2.    Raudhatul Athfal

Jenis-jenis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal, di antaranya:
1.    Taman Penitipan Anak (TPA)
2.    Kelompok Bermain (KB)

Selain dua jenis jalur pendidikan tersebut, saat ini PAUD juga diselenggarakan dalam keluarga dan lingkungan. Jalur pendidikan ini dinamakan PAUD nonformal.


http://www.kemdiknas.go.id/

Posted in Artikel | Leave a comment

Taman Kanak-Kanak (TK)

Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk dalam jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni usia 6 tahun atau di bawahnya yang dikemas dalam bentuk pendidikan formal. Program pembelajaran TK lebih ditekankan kepada pemberian rangsangan pendidikan guna membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Masa belajar seorang murid di TIK tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semesternya. Untuk lulus dari tingkat program di TK selama dua (2) tahun, yakni :
. TK Nol Kecil selama 1 tahun
. TK Nol Besar selama 1 tahun

Usia rata-rata minimal anak untuk dapat memulai pendidikan di TK berkisar 4-5 tahun, sedangkan usia rata-rata untuk lulus dari TK berkisar 6-7 tahun. Setelah lulus dari TK, murid akan melanjutkan program pendidikan ke tingkat Sekolah Dasar atau yang biasa disingkat SD.

Pembelajaran di TK

Anak-anak diberi kesempatan belajar sesuai dengan usia tiap tingkatannya, antara lain :
. Bernyanyi
. Membaca
. Berhitung
. Budi bahasa
. Agama
. Dan berbagai macam keterampilan lainnya.

Tujuan dari pembelajaran tersebut diatas adalah untuk menciptakan daya cipta kanak-kanak serta memacunya untuk belajar mengenai berbagai ilmu pengetahuan yang dirancang sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan daya pikir dan peranan anak kecil, yang dikemas dalam bentuk belajar sambil bermain.


http://www.kemdiknas.go.id

Posted in Artikel | Tagged | Leave a comment

Depag pindah alamat website

Mulai tanggal 18 Juni 2010 alamat situsweb www.depag.go.id (Departemen Agama) berubah menjadi www.kemenag.go.id (Kementrian Agama), saat ini apabila anda akan mengakses alamat web Depag, maka otomatis akan di redirect ke alamat web Kemenag.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pakai Trik Khusus

Melakukan pendekatan dengan anak merupakan metode yang paling ampuh diterapkan dalam mendidik anak. Terkadang ada anak yang tidak mau belajar. Nah, tugas kita sebagai pendidik adalah bagaimana kita bisa mengambil hati si anak, sehingga anak bisa mencintai kita. Dengan demikian apa yang kita ajarkan juga dipatuhi anak.

Selain itu, senantiasa berupaya menumbuhkan rasa sayang kepada anak didik juga metode yang efektif dijalankan. Rasa sayang yang kita berikan ini dimaksudkan agar anak termotivasi untuk bersekolah. Selain tidak mau belajar, suasana hati anak dirumah terkadang terbawa di sekolah. Ini juga yang bisa membawa pengaruh terhadap proses belajar anak di sekolah.

Disini kita harus punya trik khusus menyiasati keadaan tersebut. Trik yang dijalankan juga tergantung kreativitas pendidik. Bisa dengan bernyanyi, bermain, bercerita, ataupun bercakap-cakap sebelumnya dengan anak tentang apa saja yang dilakukan di rumahnya.

Ada juga tipe anak yang serba berkecukupan di rumahnya. Orangtua mereka selalu memanjakan anak. Nah, dalam pendidikan usia dini ini kita membiasakan anak untuk hidup mandiri, seperti memasang sepatu sendiri. Intinya adalah bagaimana kita mengoptimalkan semua kemandirian anak.


[1] Suarna Musa, Guru Bidang Seni Mewarnai dan Menggambar

Posted in Opini | Tagged | Leave a comment

Tanamkan Rukun Islam

TK Islam Al-Markaz menitik beratkan pada kemampuan Iptek dan Imtaq karena sekolah kami mempunyai visi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Program unggulan sekolah kami adalah penanaman lima Rukun Islam, yaitu mengucapkan kalimat syahadat, Salat lima waktu, puasa di bulan suci Ramadan, mengeluarkan zakat, serta naik haji bagi yang mampu.

Bagaimana penerapan lima rukun Islam pada anak ? Disini kami mengajarkan anak mengucapkan dua kalimat syahadat, membiasakan Salat berjamaah, berpuasa dalam artian tidak membawa bekal ke sekolah saat ramadan, berzakat dengan mengunjungi panti asuhan, serta praktik manasik haji di sekolah, dimana semua anak berpakaian ihram, dan sekolah menyiapkan miniatur Kabbah.

Pendidikan sejak dini sangat perlu untuk pembentukan anak kedepan. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Namun pendidikan sejak dini tidak hanya diperoleh di sekolah saja, namun di dukung pula dengan pendidikan keluarga, sekolah, dan lingkungan.


[1] Sitti Hasmi, Kepala TK Islam Al-Markaz

Posted in Opini | Tagged | Leave a comment

Kurikulum TK

Ruang lingkup Kurikulum TK meliputi aspek perkembangan :

1. Moral dan Nilai-nilai Agama
2. Sosial, Emosional dan Kemandirian
3. Kemampuan Berbahasa
4. Kognitif
5. Fisik / Motorik
6. Seni

Untuk menyederhanakan lingkup kurikulum dan menghindari tumpang tindih, serta untuk memudahkan guru menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman, maka aspek-aspek perkembangan tersebut dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh mencakup :

1. Bidang Pengembangan Pembentukan Perilaku
Melalui Pembiasaan Pembentukan perilaku melalui pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik.
Bidang pengembangan pembentukan perilaku melalui :
Pembiasaan meliputi pengembangan moral dan nilai-nilai agama serta pengembangan sosial, emosional dan kemandirian.
Dari program pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga negara yang baik.
Program pengembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengenali emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup.

2. Bidang Pengembangan Kemampuan Dasar.
Pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreatifitas sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pengembangan kemampuan dasar tersebut meliputi :
a. Kemampuan Berbahasa
Pengembangan ini bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat anak untuk dapat berbahasa Indonesia.
b. Kognitif
Pengembangan ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan bermacammacam alternatif pemecahan masalah, membantu anak untuk
mengembangkan kemampuan logika matematiknya dan pengetahuan akan ruang dan waktu serta mempunyai kemampuan untuk memilah-milah, mengelompokkan serta mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir secara teliti.
c. Fisik / Motorik
Pengembangan ini bertujuan untuk memperkenalkan da melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil.
d. Seni
Pengembangan ini bertujuan agar anak dapat dan mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan dan dapat menghargai karya yang kreatif.


[1] http://id.shvoong.com

Posted in Artikel | Tagged | Leave a comment